Materi perbedaan lampu putih dan kuning untuk penggunaan hunian merupakan hal sangat penting. Pasalnya, lampu adalah alat penting yang wajib ada dalam setiap rumah. Sebab, tanpa adanya benda tersebut, rumah akan sulit memperoleh pencahayaan khususnya di malam hari.
Saat ini, penggunaan lampu tidak hanya akan mempermudah penerangan di dalam rumah saja. Namun juga dapat mempengaruhi suasana di rumah melalui pemilihan warna yang digunakan. Pencahayaan tepat bisa meningkatkan estetika, suasana, dan juga warna pada sebuah rumah. Salah satu upaya terbaik adalah memilih warna lampu yang cocok.
Umumnya, warna yang kerap dipilih adalah putih dan kuning. Pemilihan ini bergantung pada kebutuhan atau keinginan pemilik rumah. Lalu apa saja perbedaannya dan manakah lampu yang lebih baik untuk dipasang di rumah? Berikut artikel selengkapnya.
Apa Perbedaan Lampu Putih dan Kuning?
Lampu putih akan memberikan warna yang cerah sehingga membantu pencahayaan lebih optimal. Khususnya jika ruangan tersebut lebih dominan memakai warna putih mulai dari cat dinding hingga perabotannya. Lampu ini sangat cocok di ruangan yang memerlukan pencahayaan terbaik seperti area kantor, dapur, hingga studio.
Sedangkan, untuk lampu kuning akan memberikan kesan hangat dan nyaman pada ruangan karena warna yang telah dihasilkan lebih lembut dan tidak silau.
Sehingga pemakaiannya sangat cocok digunakan pada area kamar tidur dan ruangan lainnya yang kerap berfungsi untuk bersantai. Adapun berikut 3 perbedaan lampu warna putih dan kuning yang dapat diketahui.
- Temperatur Warna
Perbedaan lampu putih dan kuning yang pertama adalah dari segi temperatur warnanya. Bukan hanya suhu saja yang memiliki temperatur, namun lampu juga memiliki temperatur warna yang berdefinisi suhu Kelvin (K).
Untuk lampu putih mempunyai besaran temperatur sekitar 5.000-6.500 K. Sedangkan lampu kuning mempunyai besaran temperatur sebesar 2.700-3.500 K.
- Besaran Pemakaian Listrik
Perbedaan lampu putih dan kuning yang kedua adalah dari sektor besaran pemakaian listrik. Jenis lampu saat ini sudah banyak tersedia dalam bentuk LED. Kendati sama mendapat aliran listrik, namun lampu putih ternyata lebih hemat energi dan bisa mengurangi biaya listrik untuk jangka waktu panjang.
Sedangkan untuk lampu kuning meski cahayanya seakan redup dan tidak terlihat terang justru kebalikannya. Namun, hal ini tergantung pada durasi pemakaian, watt, dan juga tempat pemakaiannya. Mungkin saja keduanya sama-sama mampu mengurangi biaya listrik asalkan pemakaiannya tepat dan sesuai dengan kebutuhan.
- Lokasi Lampu Terpasang
Perbedaan yang terakhir adalah dari segi lokasinya. Lampu sekarang biasa diletakkan di mana saja, mulai dari sela-sela lantai hingga area atap rumah. Supaya tampilan ruangan lebih elegan dan tidak nampak terlalu terang, maka cobalah memakai lampu putih dan lampu kuning sesuai lokasinya.
Kita bisa mulai dari lampu lantai, apabila di rumah mempunyai undakan dan ingin terang dengan lampu di sela-selanya, maka bisa memakai lampu kuning yang besaran watt-nya kecil. Ruangan ini akan tampak terasa hangat dan elegan.
Jika menginginkan untuk memasang lampu gantung di dinding supaya terlihat klasik, maka pilihlah lampu kuning supaya cahaya yang dihasilkan lebih lembut dan efeknya bisa menyebar.
Terakhir untuk lampu di bagian atap khususnya yang ada penutup lampu atau model lampu gantung, maka bisa menggunakan lampu putih supaya cahayanya maksimal dan merata.
Demikian ulasan terkait perbedaan lampu putih dan kuning untuk rumah yang dapat diketahui. Dari ulasan di atas dapat disimpulkan keduanya sangat cocok untuk ditempatkan di area rumah tergantung dengan kebutuhannya. Untuk itu, pastikan menempatkannya dengan tepat agar efektif penggunaannya.