Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan sebelum kredit rumah adalah mengetahui suku bunga KPR. Pasalnya, faktor ini mempengaruhi besar kecilnya cicilan dan total biaya yang harus dibayarkan selama masa kredit. Selain itu, dengan memahami jenis bunga KPR juga membantu nasabah untuk menghemat hingga ratusan juta rupiah selama tenor kredit.
Berapa Suku Bunga KPR Saat Ini?
Bunga KPR merupakan biaya tambahan yang dibebankan oleh bank atau lembaga pembiayaan kepada seorang debitur. Hal ini sebagai imbalan atas pinjaman yang diberikan untuk membeli sebuah hunian. Hitungan ini berdasarkan persentase dari sisa pokok pinjaman dan dibayarkan bersama cicilan bulanan.
Secara ringkasnya, bunga KPR merupakan “harga” yang harus dibayar peminjam atas fasilitas kredit rumah. Melansir dari laman CNBC, hingga pada bulan Juni 2025, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR dari beberapa bank besar di Indonesia masih terbilang tinggi yakni berkisar mulai dari 9,18%-9,50%.
Jenis-Jenis Suku Bunga KPR
Sebelum melakukan kredit rumah, biasanya bank menawarkan beberapa jenis suku bunga KPR. Memahami perbedaan jenis suku bunga ini, tentu akan membantu menentukan pilihan yang tepat dengan kemampuan dan rencana keuangan. Berikut ini adalah jenis-jenisnya:
- Bunga Tetap (Fixed Rate)
Jenis suku bunga KPR yang pertama adalah bunga tetap atau fixed rate. Pada skema ini, persentase bunga tidak berubah selama periode tertentu misalnya 5 tahun pertama. Kelebihannya cicilan rumah lebih stabil dan mudah diprediksi. Dengan demikian, sangat cocok untuk nasabah yang menginginkan kepastian jumlah pembayaran di awal masa kredit.
Akan tetapi, kekurangannya setelah periode tetap berakhir, maka biasanya bunga tersebut akan mengikuti bunga mengambang (floating rate) yang bisa jadi lebih tinggi.
- Bunga Mengambang (Floating Rate)
Jenis bunga KPR selanjutnya adalah floating rate atau bunga mengambang. Bunga ini mengikuti suku bunga acuan bank atau pasar. Dengan demikian, jumlah cicilan bisa naik atau turun tergantung kondisi ekonomi. Adapun, kelebihannya ketika suku bunga pasar turun, maka cicilan menjadi lebih rendah. Namun, risiko cicilan naik saat suku bunga pasar meningkat.
- Bunga Efektif
Selanjutnya ada bunga efektif yang dihitung dari sisa pokok pinjaman yang menurun setiap kali pembayaran dilakukan. Cicilan bunga tersebut nantinya akan semakin kecil seiring dengan berkurangnya sisa pokok.
- Bunga Flat
Suku flat dihitung dari total pokok pinjaman awal. Dengan demikian, jumlah bunga yang harus dibayar setiap bulan tetap sama selama masa kredit berlangsung.
- Bunga Anuitas
Terakhir, ada suku bunga anuitas dengan metode perhitungan yang membuat total cicilan bulanan tetap. Akan tetapi, porsi bunga dan pokok di dalamnya berubah. Pada tahap awal masa kredit, porsi bunga akan lebih besar, namun di akhir tenor porsi pokok yang lebih besar dibayarkan.
Demikian ulasan seputar jenis-jenis suku bunga KPR yang perlu diketahui sebelum melakukan kredit rumah. Pilih bunga yang sesuai dengan profil risiko, kemampuan membayar, dan juga rencana finansial untuk jangka panjang. Harus diingat selalu bahwa rumah merupakan aset jangka panjang, sehingga keputusan memilih bunga KPR harus dilakukan dengan penuh perhitungan supaya tidak membebani keuangan di masa mendatang.