Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Lantai Granit dan Keramik

Memilih penutup lantai merupakan tahapan penting dalam merancang hunian yang nyaman. Ada banyak jenis lantai termasuk granit dan keramik. Memahami perbedaan lantai granit dan keramik sangat membantu agar pemilihan material tidak keliru. Kedua jenis lantai ini memiliki tampilan sekilas yang mirip. Namun, perbedaan material dasar serta daya tahan keduanya cukup signifikan.

Memahami Perbedaan Lantai Granit dan Keramik Secara Dasar

Lantai adalah bagian bawah (alas) dari suatu ruangan atau bangunan yang berfungsi sebagai permukaan tempat berpijak, meletakkan perabot, dan menunjang berbagai aktivitas manusia di dalam maupun di luar ruangan. Secara umum, lantai merupakan elemen struktur mendasar yang memisahkan bagian dalam bangunan dengan tanah di bawahnya. Memisahkan tingkat/lantai yang satu dengan tingkat di atasnya pada bangunan bertingkat.

Meskipun sama-sama populer, proses pembuatan kedua material ini berbeda. Keramik terbuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu sedang. Sementara itu, granit diproses dari batuan alam atau campuran tanah liat murni dengan suhu pembakaran yang sangat tinggi.

Karakter dari keramik itu sendiri adalah bagian permukaan dilapisi glasir dekoratif pada bagian atas. Mampu menyerap air lebih banyak dibanding granit. Harganya sangat terjangkau dan hemat anggaran.

Sedangkan karakteristik lantai granit yaitu permukaannya memiliki pola homogen hingga bagian dalam. Sangat rendah sehingga kedap air. Dari segi harganya lebih mahal sepadan dengan daya tahannya.

Sebelum membeli material lantai, beberapa poin pembeda berikut perlu menjadi bahan pertimbangan.

Kekuatan dan Daya Tahan Beban

Lantai granit memiliki daya tekan sangat tinggi, yaitu mencapai 450 kg/cm² atau lebih. Artinya, tiap sentimeter persegi granit mampu menahan beban hingga ratusan kilogram tanpa retak. Granit sangat tahan terhadap tekanan furnitur berat (seperti lemari es besar, piano, sofa berat) maupun lalu lintas manusia yang padat.

Kemudahan Perawatan dan Pembersihan

Lantai granit memiliki porositas sangat rendah (kedap air dengan daya serap < 0,5%). Noda seperti kopi, kecap, minyak, atau tinta yang tumpah tidak akan mudah meresap ke dalam pori-pori. Noda cairan tinggal diusap dengan kain lap basah tanpa meninggalkan bekas membandel.

Sedangkan lantai keramik meski permukaan atasnya terlindungi lapisan glasir, struktur dalamnya tetap berpori. Jika lapisan glasir memiliki retak rambut atau noda menggenang di area garis nat, cairan berwarna dapat meresap dan memicu noda membandel yang sulit dihilangkan.

Tampilan Visual dan Estetika

Keramik menawarkan variasi warna serta motif printing yang sangat beragam. Granit memberikan kesan mewah alami dengan pola kemilau yang tidak mudah pudar.

Mengetahui perbedaan lantai granit dan keramik memudahkan penyesuaian kebutuhan bangunan dengan anggaran yang ada. Granit unggul dalam hal kekuatan serta tampilan mewah jangka panjang. Sementara keramik menjadi pilihan ekonomis dengan variasi motif yang melimpah. Pilih material penutup lantai yang paling tepat agar rumah tetap indah dan tahan lama.