Depok kini menjadi salah satu kota primadona di kawasan Jabodetabek. Banyak keluarga memilih kota ini sebagai lokasi tinggal. Alasan utamanya adalah harga tanah yang masih terjangkau. Selain itu, perumahan subsidi di Depok membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak. Pemerintah pusat dan daerah juga aktif mendukung program tersebut.
Perkembangan Perumahan di Depok
Pemerintah meluncurkan program rumah subsidi melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Program ini bertujuan mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Depok termasuk kota dengan backlog yang cukup tinggi. Data menunjukkan kebutuhan hunian di sini terus bertambah. Program perumahan subsidi di Depok hadir menjawab tantangan tersebut. Harga jualnya mengikuti aturan batas maksimal nasional. Untuk wilayah Jabodetabek, batas harga rumah subsidi mencapai Rp185 juta. Angka ini tetap sama sejak beberapa tahun terakhir.
Kuota rumah subsidi di tahun 2025 juga naik menjadi 350 ribu unit. Angka ini melonjak dari kuota sebelumnya yang 220 ribu unit. Realisasi penyaluran juga menunjukkan hasil positif. Hingga September 2025, total akad dan persetujuan kredit mencapai 221.047 unit. Hal ini membuktikan animo masyarakat sangat tinggi. Pemerintah juga meluncurkan Kredit Usaha Rakyat untuk sektor perumahan senilai Rp130 triliun.
Lokasi Strategis Rumah Subsidi di Depok
Banyak perumahan subsidi di Depok berdiri di lokasi strategis. Citayam, Cipayung, dan Cilodong menjadi pusat pengembangan utama. Grand Citayam City misalnya, menawarkan hunian mulai Rp112 juta. Lokasinya berdekatan dengan Stasiun Citayam. Puri Sasak Panjang 2 juga menarik perhatian calon pembeli. Harganya sekitar Rp148,5 juta dan dekat tol. Griya Fairus Annisa di Cilodong dibanderol mulai Rp155 juta. Kawasan itu berdekatan dengan Grand Depok City. Fasilitas umum seperti sekolah dan masjid sudah tersedia lengkap.
Griya Labana Village di Cipayung menawarkan konsep hunian minimalis. Harganya sekitar Rp125 juta dengan dua kamar tidur. Akarwangi Residence menyediakan unit lebih luas di harga Rp135 juta. Lokasinya juga tak jauh dari Stasiun Citayam. Taman Banjaran Asri hadir dengan konsep syariah. Harga tipe 21/30 dimulai dari Rp150 juta. Pilihan ini cocok bagi keluarga yang menginginkan lingkungan tenang. Pesona Kahuripan di perbatasan Depok-Bogor dijual sekitar Rp178 juta. Unitnya memiliki dua kamar tidur dan satu ruang tamu.
Tren Harga dan Proyeksi Masa Depan
Harga rumah subsidi di Depok relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menahan batas harga maksimal sesuai aturan nasional. Namun, harga rumah sekunder di Depok naik 1,3 persen secara bulanan. Kenaikan tahunan tercatat sebesar 0,1 persen. Angka ini menunjukkan pasar properti Depok tetap bertumbuh.
Kuota tahun 2026 juga diproyeksikan tetap tinggi. Menteri Maruarar menargetkan 71.000 unit rumah subsidi terealisasi akhir 2026. Program ini memberi harapan besar bagi warga Depok untuk memiliki rumah sendiri.
Tren perumahan subsidi di Depok menunjukkan arah yang sangat positif. Kuota pemerintah naik, harga tetap terjangkau, dan lokasi semakin strategis. Berbagai pilihan hunian tersedia mulai dari Rp112 juta. Keluarga berpenghasilan rendah kini punya kesempatan bisa memiliki rumah layak di kota Depok.