Mengenal Perbedaan Bata Merah dan Bata Ringan untuk Dinding Hunian

Dinding hunian bisa dibuat dari berbagai jenis material. Adapun beberapa diantaranya ialah bata merah dan bata ringan. Keduanya termasuk jenis material berkualitas. Apabila tertarik ingin memanfaatkan salah satu di antara kedua jenis material tersebut, lebih baik cermati perbedaan bata merah dan bata ringan terlebih dulu.

Perbedaan tersebut bisa jadi pertimbangan ketika ingin memilihnya. Pada akhirnya, pemilihan material bisa disesuaikan dengan keinginan, kebutuhan maupun anggaran.

Inilah Perbedaan Bata Merah dan Bata Ringan

Bata merah dan bata ringan memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Untuk mengetahui apa saja perbedaannya, bisa mengecek uraian lengkapnya di bawah ini.

Tingkat Ketahanan

Salah satu hal yang membedakan kedua jenis material tersebut ialah dari tingkat ketahanannya. Dalam hal ini, bata ringan cenderung lebih tahan terhadap panas maupun air daripada bata merah. Tak mengherankan karena bahan baku utama untuk membuat bata ringan serta bata merah memang beda.

Untuk bata merah ialah jenis material yang proses pembuatannya menggunakan tanah liat sebagai bahan baku utamanya. Sementara untuk bata ringan atau terkenal dengan sebutan hebel dibuat melalui proses kimiawi. Pada umumnya, bata ringan tersebut terbuat dari pasir silika, semen, gypsum, pasta aluminium dan kapur.

Bobot Material

Ternyata perbedaan kedua jenis material ini juga tampak jelas dari bobotnya. Sesuai dengan namanya, material bata ringan cenderung lebih ringan daripada bata merah. Karena ringan, bata ringan lebih mudah untuk dipasang atau diangkut.

Lain halnya dengan bata merah yang memiliki bobot lebih berat. Oleh sebab itu, material tersebut memberi kontribusi terhadap beban struktur bangunannya. Penanganannya pun juga perlu lebih hati-hati.

Ukuran

Ukuran termasuk salah satu hal yang membedakan antara bata merah dan bata ringan. Untuk bata merah umumnya memiliki panjang 17-23 cm. Lalu untuk lebarnya sekitar 7 hingga 11 cm. Selanjutnya untuk tebalnya berkisar 3 sampai 5 cm.

Sementara untuk ukuran bata ringan, biasanya panjangnya 60 cm. Kemudian untuk lebarnya sekitar 20 cm dengan ketebalan 10 cm. Dari sini bisa kita ketahui bahwa dimensi bata ringan cenderung lebih besar daripada bata merah.

Harga

Bata merah dan bata ringan juga memiliki pembeda dari segi harganya. Untuk bata merah, memiliki harga yang cenderung lebih terjangkau. Pengguna pun bisa lebih hemat budget ketika memilih bata merah.

Lain halnya ketika memilih bata ringan sebab harganya cenderung lebih mahal. Saat memasangnya, pengguna juga perlu menambahkan perekat khusus seperti halnya semen instan. Hal inilah yang membuat biayanya jadi lebih mahal.

Tampak jelas bahwa perbedaan bata merah dan bata ringan memang beragam. Apabila ingin memanfaatkan material tersebut untuk membuat dinding hunian, bisa pertimbangkan ketahanan, ukuran dan harganya. Pada akhirnya, bisa mendapatkan dinding hunian dari material berkualitas tanpa mengganggu kondisi finansial.